Skip to main content

MY HOPE SPECIAL KIDS CENTER

My Hope hadir untuk membantu orangtua dalam menstimulasi kecerdasan khusus anak, mulai dari usia 2 tahun. Kami mempercayai pendekatan yang holistik dengan mengembangkan kemampuan dasar anak melalui berbagai aspek multiple intelligences, termasuk moral, fisik, bahasa, kognitif, interpersonal, intrapersonal, sosial emosi, dan seni.

Choose from our best courses

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur. Commodo morbi quisque eget amet netus semper egestas.

Skrining Terapi

proses pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan atau penyakit pada seseorang, bahkan sebelum gejala munculLorem ipsum dolor sit amet consectetur. Commodo morbi quisque eget amet netus semper egestas.

TERAPI PERILAKU Menggunakan kurikulum ABA
TERAPI EDUKASI Sesuai kemampuan
SENSORY INTERGRATION THEORY Mengatasi masalah sensoris
TERAPI OKUPASI Aktifitas teurapetik agar mandiri
 

Jam Operasional Terapi

Don’t take our word for it. Have a look at our hundreds of happy clients who got rejuvenated with our treatments.

Mengajar anak berkebutuhan khusus adalah panggilan jiwa, bukan sekadar profesi.

Di Sekolah My Hope Indonesia, kami percaya: setiap anak unik, setiap potensi berharga. Mari tumbuh bersama dalam pembelajaran yang penuh kasih dan pemahaman.

Frequently asked questions

Menangani anak yang sulit fokus perlu pendekatan sabar dan konsisten. Kuncinya adalah menciptakan rutinitas yang jelas, mengurangi gangguan di lingkungan, serta memberikan tugas secara bertahap dan menarik.

Ketika anak tidak bisa mengikuti instruksi orang tua, hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman, perhatian yang terbagi, atau keinginan untuk mandiri. Penting bagi orang tua untuk memberikan arahan secara jelas, singkat, dan sesuai usia anak. Konsistensi, nada bicara yang tenang, serta memberi contoh yang baik akan membantu anak belajar mengikuti instruksi dengan lebih baik.

Mengetahui tumbuh kembang anak sesuai usianya penting untuk memastikan mereka berkembang secara fisik, kognitif, emosional, dan sosial dengan baik. Orang tua dapat memantau pencapaian perkembangan (milestone) seperti kemampuan berbicara, berjalan, bersosialisasi, dan memecahkan masalah. Pemeriksaan rutin di posyandu atau dokter anak juga membantu mendeteksi jika ada keterlambatan atau masalah perkembangan sejak dini.

eri ruang bagi anak menenangkan diri, lalu setelah tenang, bantu ia mengungkapkan emosinya dengan kata-kata. Pendekatan yang penuh empati dan sabar sangat penting agar anak merasa dimengerti dan belajar mengelola emosinya sendiri.